Badung - Pemilihan calon ketua umum (caketum) Partai Golkar digelar dini hari. Serba-serbi gaya caketum Golkar terpantau variatif.
Pemilihan caketum dengan voting secara tertutup digelar di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Selasa (17/5/2016), dimulai sekitar pukul 03.15 WITA.
 Para caketum saat proses pemilihan ketum di Munaslub Golkar, Selasa (17/5/2016). Foto: Danu Damarjati-detikcom |
Mengantuk adalah gejala yang wajar nampak di jam-jam ini. Sebagian dari mereka juga sudah berusia tak muda lagi. Terlihat sebagian peserta Munaslub terlelap di atas kursi putihnya.
 Para caketum saat proses pemilihan ketum di Munaslub Golkar, Selasa (17/5/2016)/Foto: Danu Damarjati-detikcom |
Di jajaran kursi para caketum, Ade Komarudin memainkan ponselnya, begitu pula Aziz Syamsuddin. Priyo Budi Santoso terlihat menyilangkan kaki sambil tersenyum melihat dinamika pemungutan suara di depannya, begitu pula Mahyudin.
Setya Novanto terlihat sesekali tersenyum, mengobrol, dan kadang-kadang juga menguap. Terpantau beberapa dari sebagian caketum juga menguap beberapa kali. Semakin lama, semakin berat pula mereka berperang melawan kantuk.
 Para peserta Munaslub Golkar mengantuk saat proses pemilihan, Selasa (17/5/2016)/Foto: Danu Damarjati-detikcom |
Ketua Pimpinan Rapat Paripurna Munaslub, Nurdin Halid yang terus memanggil pemilih juga agaknya sudah kurang konsentrasi. Dia terdengar keseleo lidah menyebut nama tempat asal pemilih.
"Yudiarto Karangajar, eh Karanganyar. Maaf, sudah subuh," kata Nurdin memanggil salah seorang pengurus Golkar daerah untuk melangsungkan pemungutan suara.
 Para peserta Munaslub Golkar mengantuk saat proses pemilihan, Selasa (17/5/2016). Foto: Danu Damarjati-detikcom |
Udara di ruang Nusa Dua Hall BNDCC terasa sejuk mengarah ke dingin, sangat kondusif untuk membuat orang tertidur. Para wartawan, petugas penjagaan, hingga kader-kader Golkar terlihat merebahkan badannya di lantai ataupun kursi. Sebagian dari mereka benar-benar terlelap.
(dnu/fdn)
Let's block ads! (Why?)
0 Response to "news.detik: Gaya Caketum Golkar Saat Voting: Main Ponsel, Tertawa, dan Menguap"
Post a Comment